Pengalaman liburan akhir semester
Pengalaman liburanku ini
dimulai saat 11 Juni 2019 karena kita sudah melaksanaknan tes akhir
semester. Pada saat itu aku akan pulang kampong bersama keluargaku dan
pada saat itu juga ibuku memikirkan apa yang akan dilakukan setelah
pulang kampung. Akhirnya ibuku merencanakan untuk ke Bandung .
Sebelum
aku dan keluargaku pulang kampung, ibuku dan ayahku bersiap-siap atau
Packing terlebih dahulu, karena kami belum siap-siap sebelum liburan
tiba. Setelah aku dan keluargaku sudah Packing aku dan keluargaku makan
terlebih dahulu dan sholat Dzuhur. Setelah sholat Dzuhur, kami menyuruh
seseorang untuk menjaga rumah karena pembantuku sudah pulang kampung
duluan.
Setelah
lamanya bersiap-siap di rumah, akhirnya kita berangkat menuju ke
kampungku yang bernama Yogyakarta. Pada saat perjalanan ayahku ke Rest
area terlebih dahulu untuk membeli kebutuhan di perjalan. Seperti,
makanan, minuman, tissue, dll. Ayahku membeli barang-barang tersebut
karena aku dan keluargaku menaiki mobil ke Yogyakarta dan itu bias
sampai seharian dan belum lagi macet di perjalananya.
Saat
sudah malam, aku dan ibuku menemani ayahku menyetir mobil agar ayahku
tidak mengantuk saat diperjalanan, tetapi akhir-akhirnya aku merasa
mengantuk dan aku tidur sebentar karena aku ingin baung air kecil di
perjalanan. Saat diperjalanan adik-adikku terbangun dan ternyata mereka
ingin buang air kecil juga.
Setelah lamanya menahan dan akhirnya
ada mobil-mobil yang berhenti di tepi jalan tol dan pada waktu itu pun
aku buamg air kecil dan akhrinya adik-adikku pun juga ikut-ikutan karena
mereka tidak tahan lagi. Setelah buang air kecil aku dan adik-adikku
langsung masuk mobil dan makan makanan yang telah dibeli di Rest area
tadi.
Setelah makan aku dan adik-adikku tertidur pules, keeseokan
harinya aku menanyakan ayahku"apakah kita sudah sampai di Yogyakarta?",
dan ayahku menjawab"sebentar lagi sampai di Yogayakarta". Setelah aku
mendengar itu aku merasa kebosanan karena di dalam mobil terus-terusan
dan sampai akhirnya kita pun sampai di Yogyakrta, di sana aku mempunyai 2
mbah. Yang satu di Gunungkidul dan yang satunya lagi di Wonosari. Aku
dan keluargaku pergi ke Wonosari terlebih dahulu karena jaraknya lebih
dekat.
Sayangnya perrjalanan dari mobilku sampai Wonosari lumayan
jauh apalagi ditambah macet yang sangat parahnya luar biasa sampe-sampe
aku dan keluargaku harus menunggu hampir seharian lagi. Ditengah
perjalanan kami ke Candi Borobudur karena memang sebelum ke Wonosari
ibuku dan ayahku sudah merencanakan ke Candi Borobudur. Disana aku dan
keluargaku menemukan bule-bule atau Tourist yang akan berwisata di Candi
Borobudur.
Saat ingin menaiki ke puncak Candi, kami menemukan
Guider yang akan mengeguide kami dan akhirnya ibuku memutuskan untuk
menyewa Guider tersebut dan ternyata guider itu memberi tahu cerita
cerita tentang kerajaan Candi Borobudur dan rajanya ngapain saja dll.
Ternayata di Candi Borobudur sebelumnya pernah kena bencana alam
sehingga ada yang hancur dan dibangun lagi dan akhirnya Candi Borobudur
dijadikan tempat wisata.
Candi
Borobudur memiliki ukiran-ukiran di setiap dindingnya dan ukiran itu
menyeritakan kisah-kisah kehidupan raja dan konon orang-orang melihat
gunung yang letaknya di belakang candi itu seperti raja yang sedang
tidur karena memang gunung itu terlihat seperti orang tiduran. Matahri
mulai di atas kepala dan akhirnya kita memutuskan untuk turun dari candi
dan langsung ke Wonosari tujuan pertama kita. Setelah sampai di
Wonosari kami pun menginap di rumah mbahku dirumah mbah ku kira kira
menginap 2-3 hari dan setelah menginap di rumah mbahku kami menginap di
hotel selama 2 hari dan di salah satu harinya aku dan keluargaku ke
rumah mbahku yang di Gunungkidul, setelah kerumah mbahku yang di
Gunungkidul kami balik ke hotel dan diperjalanan lumayan macet.
Setelah
hari-hari yang telah kulalui di Yogyakarta aku merasa lelah dan kami
pun pergi ke Bandung untuk Hiburan dan di Bandung kami menginap 1 hari
saja. Setelah dari hotel dan checkout kami membeli oleh-oleh dan pulang,
sampai rumah aku pun tertidur pules karena kelelahan setelah hari-hari
yang kulalui pada saat liburanku.
The End..........
Zakki Setiadi
Rabu, 07 Agustus 2019
Minggu, 12 Mei 2019
Mengenal Angklung
Angklung,
alat musik asli Sunda ini adalah salah satu warisan budaya yang harus dijaga
kelestariannya. Berasal dari Kabupaten Kuningan, alat musik yang terbuat dari
bambu ini sudah diakui UNESCO sebagai peninggalan budaya dunia milik Indonesia.
Tak kenal,
maka tak sayang. Agar lebih mencintai warisan yang sangat berharga ini, yuk
mengenal angklung lebih dalam. Banyak fakta unik yang mungkin selama ini kamu
belum tahu tentang alat musik ini, dan semuanya akan dibahas di sini.
Sejarah Angklung
Tidak ada
catatan pasti tentang kapan tepatnya angklung diciptakan. Namun sejarah
mencatat bahwa pada abad ke-12, alat musik ini sudah mulai dipergunakan, yaitu
pada masa Kerajaan Sunda berdiri.
Alat musik
ini dipercaya sebagai pemanggil Dewi Sri untuk memberikan kesuburan bagi tanah
pertanian. Biasanya, angklung dibuat dari bambu hitam dan bambu ater dengan
berbagai jenis ukuran yang menghasilkan musik berbeda-beda.
Setelah itu,
angklung berkembang menjadi beberapa jenis. Salah satunya adalah nada
musik angklung karya Daeng Sutigna, penduduk Citangtu, Kuningan yang merupakan
orang pertama yang menciptakan nada musik angklung diatonis. Karena Daeng
Sutigna pula, angklung bisa memainkan aneka jenis musik, baik tradisional
maupun modern.
Karena Daeng
Sutigna pula, Kabupaten Kuningan kini menyebut diri sebagai Kabupaten Angklung
dan sudah ditetapkan sejak tahun 2010 silam.
Jenis Angklung
Tidak hanya
satu, tetapi ada beberapa macam jenis angklung. Mulai dari Angklung Kanekes
yang dimainkan oleh masyarakat Baduy, Angklung Reyog yang dimainkan di
Ponorogo, Angklung Banyuwangi, Angklung Bali, Angklung Dogdog Lojor, Angklung
Gubrak yang dimainkan masyarakat Bogor, Angklung Badeng yang dimainkan
masyarakat Garut, Angklung Buncis yang dimainkan masyarakat Bandung, Angklung
Padaeng yang jadi khas Kuningan, Angklung Toel, Angklung Sri Murni dan Angklung
Sarinade yang memiliki nada bulat saja.
Cara Memainkan Angklung
Berbeda
angklung, beda pula suara khasnya. Demikian pula dengan teknik memainkannya,
digerakkan dengan cara berbeda, nadanya pun akan berbeda.
Teknik yang
paling banyak dipakai untuk memainkan angklung adalah Karulung, yaitu dengan
menggetarkannya ke kiri dan ke kanan. Cara kedua adalah dengan Centok, alias
menyentakkannya. Dan teknik Tangkep, yang caranya mirip Karulung namun ada satu
tabung yang ditahan agar tak ikut bergetar.
Festival Angklung Kuningan
Ada banyak
festival angklung yang pernah digelar di Jawa Barat dan Banten, serta beberapa
daerah lainnya. Namun yang tak lama lagi bakal digelar adalah Festival Angklung
Kuningan, yang akan diselenggarakan pada 17 Agustus 2018.
Sudah berulang
kali Kuningan menggelar festival angklung dan selalu ramai dengan pengunjung.
Tidak hanya dari kawasan Kuningan sendiri, tetapi juga dari daerah lain yang
ingin melihat secara langsung perhelatan akbar alat musik tradisional ini.
Tertarik
untuk menjadi saksi festival tahunan ini? Kamu bisa menuju Kuningan dengan
menumpang kereta api. Cara yang paling mudah adalah dengan membeli tiket kereta
api Indonesia menuju Cirebon. Dari sini, kemudian bisa melanjutkan perjalanan
dengan bus mini atau elf ke Kuningan.
Biasanya,
ketika musim festival angklung tiba, tiket kereta api Indonesia menuju Cirebon
selalu ludes terjual. Karena itu, sebaiknya siapkan diri sejak jauh hari agar
tak kehabisan. Dan pastikan untuk membeli di Traveloka yang sudah dikenal
sebagai agen tiket kereta api
Indonesia terpercaya.
Dibandingkan
dengan jalur lainnya, kereta api ke Cirebon lalu lanjut ke Kuningan adalah
pilihan transportasi yang paling cepat dan terjangkau. Dengan budget terbatas,
kamu bisa menikmati serunya festival angklung di Kuningan dan sekalian jalan-jalan
ke tempat lain yang tak kalah menariknya di kawasan ini.
Pengalaman Belajar TIK
Pengalaman Saya Belajar TIK di Labschool
Rawamangun
Halo nama saya
Muhammad Zakki Setiadi. Saya dari kelas 7 /
VII Festus. Saya akan menceritakan pengalaman saya belajar TIK di
SMP Labschool Rawamangun.
TIK atau Teknologi, Informasi, dan Komunikasi terdapat
di SMP Labschool Rawamangun. Terdapat ruangan TIK di gedung BPS lantai 2 (dua).
Guru pelajaran TIK
SMP Labschool Rawamangun bernama Pak Wijaya Kusumah S. Pd M. Pd aau yang biasa
dipanggil “ Om Jay “ gurunya baik dan lucu
Terdapat 41
komputer di ruangan ini. Tetapi ada beberapa computer yang tidak bias digunakan
/ rusak dan jarak nya jauh dari kelas kurang lebih 450 meter dam kelebihan nya
adalah ruangan nya nyaman, bersih, dingin ( adem )
Saya senang belajar
TIK di SMP Labschool karena ruangan yang enak dan guruya enak
Pengalaman MPLS 2018
Pengalaman
MPLS 2018
Penulis: M.Zakki 7F
Saat hari Sabtu 14 Juli 2018 saya mengikuti pra-MPLS di SMP Labschool
Jakarta, pertama kali yang saya liat adalah
Pembagian
kelas saya masuk di 7F dengan wali kelas pak Amir. Lalu saya baris dengan
temen-temen dari 7F
Pada hari
Senin 16 Juli saya kembali lagi ke Labschool untuk mengikuti kegiatan MPLS
diawali dengan upacara pembukaan MPLS. Lalu kita pergi ke kelas untuk kenalan
waktu itu aku ngobrol dengan rhesa sutan rey malik dan tian setelah itu kita
pergi ke TC(theater kecil)
Untuk
mendengarkan materi dari pak Arief Rachman M.Pd setelah materi pak Arief banyak
yang bilang “SUGIH” lalu kami menuju ke kelas untuk mendengarkan agenda
selanjutnya untuk sholat dhuha setelah sholat kami beristirahat stelah
istirahat kami pergi ke TC untuk mendengarkan materi dari pak Yudi Rohcman M.Pd
untuk mendengarkan program Tatib(tata tertib) dilanjutkan dengan materi
Sosialisasi Sekolah Ramah Anak oleh guru Bimbingan Konseling SMP LABSCHOOL lalu
kami makan bersama di TC. Setelah itu kami sholat berjamaah. Setelah sholat
kami mendengarkan materi dari pak Aris Ahmad jaya bertemakan Menjadi Anak
Labschool yang Berkarakter
Hari kedua
MPLS yaitu hari Selasa 17 Juli kita di ajarkan berdoa oleh kakak OSIS. Lalu
kita pergi ke TC untuk materi Active Listening oleh pak Ukim Komarudin lalu
kita pergi ke kelas untuk warna-warni sekolah baruku itu boleh pantun puisi visi
misi dan itu menyenangkan setelah itu kita sholat dhuha lalu ada kultum dari 7C
lalu istirahat dan ngobrol-ngobrol dengan 5 sekawan yaitu
malik,sutan,rey,rhesa, dan aku. Lalu kita pergi ke TC lagi untuk games ten
labschool character oleh pak ahmad mulyadi melalui video cerita dan gambar lalu
kita makan bersama dan sholat dzuhur
bersama. Lalu kita ke TC lagi untuk mendengarkan materi budaya smp labschool
dari pak asdi wiharto. Lalu kita persiapan pentas seni oleh KP dan Wali kelas.
lalu kita sholat ashar berjamaah lalu kita pulang besok nya kita balik ke
labschool untuk MPLS hari ke tiga. Kita tadarus se-angkatan di tempat guru
piket atau di deket halma setelah itu kita apel pembukaan di halma atau
lapangan masjid setelah itu kita lari jumat sambil cerita cerita bareng temen
stelah lari kita pun senam aerobic. Waktu senam aerobic itu seru banget setelah
itu kami istirahat sebentar di lanjutkan Labszone lalu kita istirahat ada yang
jajan makan bekel dan lain-lain. Sehabis istirahat kita ganti baju pramuka lalu
kita sholat dhuha dan mendengarkan kultum 7E lalu kita pelantikan pramuka waktu
itu ada yang sakit namanya Akbar kelas 7F dan pas pelantikan banyak yang gak
suka soalnya lama dan panas setelah selesai kita masuk ke kelas ngadem dan
ngobrol ngobrol lalu kita makan siang di theater kecil lalu kita sholat zuhur
berjamaah dan mendengarkan kultum dari 7F setelah sholat kita pergi ke kelas
dan latihan pensi kita mendengarkan materi dari ahmad husein dengan tema motivasi
siswa yang berkarakter dan berprestasi setelah kita mendengarkan materi dari
pak ahmad husein kita penutupan MPLS 2018 setelah penutupan MPLS kita sholat
ashar berjamaah dan pulang pada hari keempat kita melaksanakan pensi dan
penampilan pensi dari kelas 7 bagus bagus. Dan itu MPLS nya sangat menyenangkan.



Prasaksi 2019
PRASAKSI 2019
Sebelum saya menceritakan pengalaman
prasaksi saya di tahun 2019 saya akan menjelaskan apa sih itu saksi ? saksi
itu, adalah Studi Apreasi dan Kempimpinan Siswa Indonesia atau SAKSI. Saksi
adalah salah satu kewajiban bagi seluruh siswa-siswi SMP Labschool Jakarta,
Misalnya saya pada kelas 7 tidak bisa mengikuti kegiatan SAKSI maka saat saya
kelas 8 saya akan mengikuti kegiatan itu bersama kelas 7 yang nanti akan datang
atau angkatan 28. Dan jika pada saat saya kelas 8 dan saya tidak bisa
mengikutinya juga maka pada saat kelas 9 saya akan ikut bersama dengan angkatan
28 yang tidak mengikuti nya dan angkatan 29.Gunanya SAKSI itu untuk melatih
kemandirian dan meninggalkan sifat – sifat malas kita saat di rumah. Karena itu
di namakan Studi Apreasi dan Kempimpinan Siswa Indonesia.
Oke... sekarang saya akan menjelaskan
pengalaman saya pada saat, saya juga tau bahwa prasaksi itu tidak ada apa – apa
nya dengan saksi yang sebenarnya, tapi semoga kita akan pulang dari saksi
dengan sehat dan aman. Setiap tahun pasti ada perubahan di kegiatan saksi dan
prasaksi ini pada tahun ini prasaksi itu hanya 2 hari, tetapi pada tahun –
tahun sebelum sampai 5 hari. Kakak OSIS selalu bilang ke saya sejak pelantikan
paskibra bahwa, pengalaman kalian tidak ada apa – apanya dengan pengalam kami
saat kita di bina oleh OSIS – OSIS angkatan 25. Tapi saya hanya akan diam dan
menjalankan kegiatan ini dan pulang kerumah dan tidurrr.. Pada saat prasaksi
kegiatan kami adalah mencat tongkat dan membikin vandal, vandal itu adalah
semacam nametag untuk kelompok yang di kalungi oleh ketua kelompok, sedangkan
tongkat tiap kelompok membikin 2 tongkat untuk di pegang oleh wakil dan ketua
dan kebetulan saya adalah wakil. Saya bertugas dalam mencat tongkat, kelompok
saya dapat selesai dengan cepat karena bantuan KP (Kakak Pembimbing) kelompok
saya yang sangat baik. Dan habis saya selesai mencat tongkat saya membantu
kelompok saya yang bertugas membikin vandel.
Langganan:
Postingan (Atom)
Liburan Naik Kelas 2019
Pengalaman liburan akhir semester Pengalaman liburanku ini dimulai saat 11 Juni 2019 karen...
-
Mengenal Angklung, Warisan Musik Tradisional Asli Sunda sumber:uzone.id Angklung, alat musik asli Sunda ini adalah sala...
-
Pengalaman liburan akhir semester Pengalaman liburanku ini dimulai saat 11 Juni 2019 karen...
-
Pengalaman MPLS 2018 Penulis: M.Zakki 7F ...