Minggu, 12 Mei 2019

Mengenal Angklung



http://wijayalabs.com/wp-content/uploads/2018/08/angklung-1-300x194.jpg
sumber:uzone.id


Angklung, alat musik asli Sunda ini adalah salah satu warisan budaya yang harus dijaga kelestariannya. Berasal dari Kabupaten Kuningan, alat musik yang terbuat dari bambu ini sudah diakui UNESCO sebagai peninggalan budaya dunia milik Indonesia.
Tak kenal, maka tak sayang. Agar lebih mencintai warisan yang sangat berharga ini, yuk mengenal angklung lebih dalam. Banyak fakta unik yang mungkin selama ini kamu belum tahu tentang alat musik ini, dan semuanya akan dibahas di sini.
Sejarah Angklung
Tidak ada catatan pasti tentang kapan tepatnya angklung diciptakan. Namun sejarah mencatat bahwa pada abad ke-12, alat musik ini sudah mulai dipergunakan, yaitu pada masa Kerajaan Sunda berdiri.
Alat musik ini dipercaya sebagai pemanggil Dewi Sri untuk memberikan kesuburan bagi tanah pertanian. Biasanya, angklung dibuat dari bambu hitam dan bambu ater dengan berbagai jenis ukuran yang menghasilkan musik berbeda-beda.
http://wijayalabs.com/wp-content/uploads/2018/08/angklung-2-300x200.jpgsumber:nuscac.net
Setelah itu, angklung berkembang menjadi beberapa jenis. Salah satunya  adalah nada musik angklung karya Daeng Sutigna, penduduk Citangtu, Kuningan yang merupakan orang pertama yang menciptakan nada musik angklung diatonis. Karena Daeng Sutigna pula, angklung bisa memainkan aneka jenis musik, baik tradisional maupun modern.
Karena Daeng Sutigna pula, Kabupaten Kuningan kini menyebut diri sebagai Kabupaten Angklung dan sudah ditetapkan sejak tahun 2010 silam.
Jenis Angklung
Tidak hanya satu, tetapi ada beberapa macam jenis angklung. Mulai dari Angklung Kanekes yang dimainkan oleh masyarakat Baduy, Angklung Reyog yang dimainkan di Ponorogo, Angklung Banyuwangi, Angklung Bali, Angklung Dogdog Lojor, Angklung Gubrak yang dimainkan masyarakat Bogor, Angklung Badeng yang dimainkan masyarakat Garut, Angklung Buncis yang dimainkan masyarakat Bandung, Angklung Padaeng yang jadi khas Kuningan, Angklung Toel, Angklung Sri Murni dan Angklung Sarinade yang memiliki nada bulat saja.
http://wijayalabs.com/wp-content/uploads/2018/08/angklung-3-300x225.jpgsumber:kata.co.id
Cara Memainkan Angklung
Berbeda angklung, beda pula suara khasnya. Demikian pula dengan teknik memainkannya, digerakkan dengan cara berbeda, nadanya pun akan berbeda.
Teknik yang paling banyak dipakai untuk memainkan angklung adalah Karulung, yaitu dengan menggetarkannya ke kiri dan ke kanan. Cara kedua adalah dengan Centok, alias menyentakkannya. Dan teknik Tangkep, yang caranya mirip Karulung namun ada satu tabung yang ditahan agar tak ikut bergetar.
Festival Angklung Kuningan
http://wijayalabs.com/wp-content/uploads/2018/08/angklung-4-300x199.jpgsumber:kemenpar.go.id
Ada banyak festival angklung yang pernah digelar di Jawa Barat dan Banten, serta beberapa daerah lainnya. Namun yang tak lama lagi bakal digelar adalah Festival Angklung Kuningan, yang akan diselenggarakan pada 17 Agustus 2018.
Sudah berulang kali Kuningan menggelar festival angklung dan selalu ramai dengan pengunjung. Tidak hanya dari kawasan Kuningan sendiri, tetapi juga dari daerah lain yang ingin melihat secara langsung perhelatan akbar alat musik tradisional ini.
Tertarik untuk menjadi saksi festival tahunan ini? Kamu bisa menuju Kuningan dengan menumpang kereta api. Cara yang paling mudah adalah dengan membeli tiket kereta api Indonesia menuju Cirebon. Dari sini, kemudian bisa melanjutkan perjalanan dengan bus mini atau elf ke Kuningan.
Biasanya, ketika musim festival angklung tiba, tiket kereta api Indonesia menuju Cirebon selalu ludes terjual. Karena itu, sebaiknya siapkan diri sejak jauh hari agar tak kehabisan. Dan pastikan untuk membeli di Traveloka yang sudah dikenal sebagai agen tiket kereta api Indonesia terpercaya.
Dibandingkan dengan jalur lainnya, kereta api ke Cirebon lalu lanjut ke Kuningan adalah pilihan transportasi yang paling cepat dan terjangkau. Dengan budget terbatas, kamu bisa menikmati serunya festival angklung di Kuningan dan sekalian jalan-jalan ke tempat lain yang tak kalah menariknya di kawasan ini.



Pengalaman Belajar TIK

Pengalaman Saya Belajar TIK di Labschool Rawamangun

Halo nama saya Muhammad Zakki Setiadi. Saya dari kelas 7 /    VII Festus. Saya akan  menceritakan pengalaman saya belajar TIK di SMP Labschool Rawamangun.

TIK atau Teknologi, Informasi, dan Komunikasi terdapat di SMP Labschool Rawamangun. Terdapat ruangan TIK di gedung BPS lantai 2 (dua).

Guru pelajaran TIK SMP Labschool Rawamangun bernama Pak Wijaya Kusumah S. Pd M. Pd aau yang biasa dipanggil “ Om Jay “ gurunya baik dan lucu
Terdapat 41 komputer di ruangan ini. Tetapi ada beberapa computer yang tidak bias digunakan / rusak dan jarak nya jauh dari kelas kurang lebih 450 meter dam kelebihan nya adalah ruangan nya nyaman, bersih, dingin ( adem )
Saya senang belajar TIK di SMP Labschool karena ruangan yang enak dan guruya enak   

Pengalaman MPLS 2018

Pengalaman MPLS 2018
                       Penulis: M.Zakki 7F                                                                                   Saat hari Sabtu 14 Juli 2018 saya mengikuti pra-MPLS di SMP Labschool Jakarta, pertama kali yang saya liat adalah
Pembagian kelas saya masuk di 7F dengan wali kelas pak Amir. Lalu saya baris dengan temen-temen dari 7F
Pada hari Senin 16 Juli saya kembali lagi ke Labschool untuk mengikuti kegiatan MPLS diawali dengan upacara pembukaan MPLS. Lalu kita pergi ke kelas untuk kenalan waktu itu aku ngobrol dengan rhesa sutan rey malik dan tian setelah itu kita pergi ke TC(theater kecil)
Untuk mendengarkan materi dari pak Arief Rachman M.Pd setelah materi pak Arief banyak yang bilang “SUGIH” lalu kami menuju ke kelas untuk mendengarkan agenda selanjutnya untuk sholat dhuha setelah sholat kami beristirahat stelah istirahat kami pergi ke TC untuk mendengarkan materi dari pak Yudi Rohcman M.Pd untuk mendengarkan program Tatib(tata tertib) dilanjutkan dengan materi Sosialisasi Sekolah Ramah Anak oleh guru Bimbingan Konseling SMP LABSCHOOL lalu kami makan bersama di TC. Setelah itu kami sholat berjamaah. Setelah sholat kami mendengarkan materi dari pak Aris Ahmad jaya bertemakan Menjadi Anak Labschool yang Berkarakter
Hari kedua MPLS yaitu hari Selasa 17 Juli kita di ajarkan berdoa oleh kakak OSIS. Lalu kita pergi ke TC untuk materi Active Listening oleh pak Ukim Komarudin lalu kita pergi ke kelas untuk warna-warni sekolah baruku itu boleh pantun puisi visi misi dan itu menyenangkan setelah itu kita sholat dhuha lalu ada kultum dari 7C lalu istirahat dan ngobrol-ngobrol dengan 5 sekawan yaitu malik,sutan,rey,rhesa, dan aku. Lalu kita pergi ke TC lagi untuk games ten labschool character oleh pak ahmad mulyadi melalui video cerita dan gambar lalu kita makan bersama  dan sholat dzuhur bersama. Lalu kita ke TC lagi untuk mendengarkan materi budaya smp labschool dari pak asdi wiharto. Lalu kita persiapan pentas seni oleh KP dan Wali kelas. lalu kita sholat ashar berjamaah lalu kita pulang besok nya kita balik ke labschool untuk MPLS hari ke tiga. Kita tadarus se-angkatan di tempat guru piket atau di deket halma setelah itu kita apel pembukaan di halma atau lapangan masjid setelah itu kita lari jumat sambil cerita cerita bareng temen stelah lari kita pun senam aerobic. Waktu senam aerobic itu seru banget setelah itu kami istirahat sebentar di lanjutkan Labszone lalu kita istirahat ada yang jajan makan bekel dan lain-lain. Sehabis istirahat kita ganti baju pramuka lalu kita sholat dhuha dan mendengarkan kultum 7E lalu kita pelantikan pramuka waktu itu ada yang sakit namanya Akbar kelas 7F dan pas pelantikan banyak yang gak suka soalnya lama dan panas setelah selesai kita masuk ke kelas ngadem dan ngobrol ngobrol lalu kita makan siang di theater kecil lalu kita sholat zuhur berjamaah dan mendengarkan kultum dari 7F setelah sholat kita pergi ke kelas dan latihan pensi kita mendengarkan materi dari ahmad husein dengan tema motivasi siswa yang berkarakter dan berprestasi setelah kita mendengarkan materi dari pak ahmad husein kita penutupan MPLS 2018 setelah penutupan MPLS kita sholat ashar berjamaah dan pulang pada hari keempat kita melaksanakan pensi dan penampilan pensi dari kelas 7 bagus bagus. Dan itu MPLS nya sangat menyenangkan.
Siswa Baru kelas 7 SMP Labschool JakartaHasil gambar untuk labschool rawamangun MPLSMPLS di SMP Labschool Jakarta

Prasaksi 2019


PRASAKSI 2019
    Sebelum saya menceritakan pengalaman prasaksi saya di tahun 2019 saya akan menjelaskan apa sih itu saksi ? saksi itu, adalah Studi Apreasi dan Kempimpinan Siswa Indonesia atau SAKSI. Saksi adalah salah satu kewajiban bagi seluruh siswa-siswi SMP Labschool Jakarta, Misalnya saya pada kelas 7 tidak bisa mengikuti kegiatan SAKSI maka saat saya kelas 8 saya akan mengikuti kegiatan itu bersama kelas 7 yang nanti akan datang atau angkatan 28. Dan jika pada saat saya kelas 8 dan saya tidak bisa mengikutinya juga maka pada saat kelas 9 saya akan ikut bersama dengan angkatan 28 yang tidak mengikuti nya dan angkatan 29.Gunanya SAKSI itu untuk melatih kemandirian dan meninggalkan sifat – sifat malas kita saat di rumah. Karena itu di namakan Studi Apreasi dan Kempimpinan Siswa Indonesia.
    Oke... sekarang saya akan menjelaskan pengalaman saya pada saat, saya juga tau bahwa prasaksi itu tidak ada apa – apa nya dengan saksi yang sebenarnya, tapi semoga kita akan pulang dari saksi dengan sehat dan aman. Setiap tahun pasti ada perubahan di kegiatan saksi dan prasaksi ini pada tahun ini prasaksi itu hanya 2 hari, tetapi pada tahun – tahun sebelum sampai 5 hari. Kakak OSIS selalu bilang ke saya sejak pelantikan paskibra bahwa, pengalaman kalian tidak ada apa – apanya dengan pengalam kami saat kita di bina oleh OSIS – OSIS angkatan 25. Tapi saya hanya akan diam dan menjalankan kegiatan ini dan pulang kerumah dan tidurrr.. Pada saat prasaksi kegiatan kami adalah mencat tongkat dan membikin vandal, vandal itu adalah semacam nametag untuk kelompok yang di kalungi oleh ketua kelompok, sedangkan tongkat tiap kelompok membikin 2 tongkat untuk di pegang oleh wakil dan ketua dan kebetulan saya adalah wakil. Saya bertugas dalam mencat tongkat, kelompok saya dapat selesai dengan cepat karena bantuan KP (Kakak Pembimbing) kelompok saya yang sangat baik. Dan habis saya selesai mencat tongkat saya membantu kelompok saya yang bertugas membikin vandel.

Mengenal Angklung

Mengenal Angklung, Warisan Musik Tradisional Asli Sunda sumber:uzone.id Angklung, alat musik asli Sunda ini adalah sala...